Google telah mengakui bahwa proses uji coba Buzz mereka telah menyusahkan penggunanya. Saat diwawancara oleh BBC, testing Buzz telah menyebabkan banyak pengguna malah membenci layanan baru itu.
“Kami masih sangat baru dalam bidang ini dan uji coba tersebut merupakan langkah pertama kami,” kilah Todd Jackson, Product Manager Buzz, seperti VIVAnews kutip dari Gizmodo, 23 Februari 2010.
“Sebelumnya, kami telah menguji coba Buzz secara internal di Google dalam beberapa waktu terakhir,” kata Jackson. “Tentunya, mendapat masukan dari 20 ribuan karyawan Google tentu berbeda dengan membiarkan pengguna Gmail memainkan Buzz di luar sana,” ucapnya.
Jackson menyebutkan, jika pengguna semakin menekankan bahwa kami belum melakukan cukup banyak hal, pihaknya akan melakukan perubahan lebih lanjut.
Google memang melakukan hal yang tak lazim kali ini. Mereka tidak menawarkan Buzz untuk diuji coba terlebih dahulu lewat program Google Trusted Tester seperti layaknya telah mereka lakukan dengan layanan lain yang sudah lebih dulu mereka luncurkan.
“Belasan juta pengguna Buzz memang berhak untuk kesal,” kata Jackson. “Untuk itu Google memohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya.
Meski Google sudah menyatakan permohonan maafnya, akan tetapi belasan juta mantan pengguna Buzz mungkin tidak mempedulikan permohonan maaf yang datang terlambat tersebut. Yang mereka tahu adalah Google telah melanggar privasi mereka dan melakukan spam ke inboks Gmail mereka. (Techno Vivanews)
Filed under: Berita











